Sejarah

LATAR BELAKANG PENDIRIAN PRODI

Universitas Airlangga merupakan salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk pemerintah sebagai National Health Center dengan fokus kajian penyakit tropis dan infeksi di Indonesia. Meningkatnya status Universitas Airlangga sebagai research university, berkembangnya Institute Tropical Disease (ITD), serta dibangunnya Rumah Sakit Pendidikan, Rumah Sakit Penyakit Tropis dan Infeksi Universitas Airlangga, maka diharapkan semakin mempercepat perkembangan ilmu medis dan teknologi pendukungnya.

Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis dan pelayanan kesehatan yang sangat cepat dan kompleks, seorang dokter atau tenaga kesehatan lainnya tidak akan mampu menguasai sepenuhnya aspek teknik peralatan medis dalam pelayanan kesehatan. Untuk itu diperlukan tenaga profesional lain yang dapat menjamin keberfungsian peralatan medis yang canggih dalam menjamin pelayanan kesehatan yang kompleks. Kemajuan dalam bidang peralatan medik dan cara analisisnya sudah tentu memerlukan tenaga ahli khusus. Penyiapan tenaga khusus ini tidak mungkin diserahkan atau dimasukkan dalam kurikulum kedokteran, sebab akan membebani kurikulum kedokteran. Berdasar fakta tersebut, maka dibuatlah program studi khusus untuk menyiapkan tenaga ahli yang mampu membantu dan menangani konsekuensi kemajuan di bidang medisinal tersebut. Program studi tersebut sesungguhnya sudah tumbuh dengan pesat  di manca negara dengan nama Biomedical Engineering. Tenaga teknik biomedis tersebut diharuskan memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas, untuk mengembangkan peralatan/produk pelayanan kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tenaga teknik biomedis harus memahami dan menguasai ilmu dasar fisika, kimia dan biologi yang relevan dengan ilmu kedokteran, disamping menguasai dasar teknik untuk melakukan proses engineering, desain, prototyping, manufacturing, dan testing peralatan, produk, dan metode dalam pelayanan kesehatan.

Kurikulum Program Studi S1 Teknobiomedik disusun berdasar kebutuhan di lembaga dan instansi medik, serta ketersediaan sumber daya yang ada. Kurikulum ini akan ditinjau ulang dalam waktu lima tahun untuk penyesuaian dan penyempurnaan. Kurikulum disusun untuk dapat diselesaikan dalam waktu delapan semester atau setara dengan empat tahun ajaran. Tetapi bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik tinggi dapat menyelesaikan dalam waktu tujuh semester. Kurikulum S1 Teknobiomedik ini disusun untuk mendukung lulusan yang memiliki salah satu dari dua bidang minat, yaitu bidang minat Instrumentasi Biomedis dan Biomaterial